Jangan Salah Kaprah! 9 Mitos Umum Seputar Kanker Payudara

Mungkin Anda pernah mendengar beberapa mitos seputar kanker payudara dari internet maupun dari mulut ke mulut. Mitos yang Anda dengan seputar kanker payudara tersebut tentu tidak selalu benar.  Agar Anda tidak keliru tentang mitos yang beredar seputar kanker payudara, Anda perlu mengetahui beberapa mitos umum dan fakta dari penyakit kanker payudara ini.

Berikut mitos dan fakta seputar kanker payudara yang dikutip dari Breastcancer.org dan Mission Regional Medical Center.

Mitos Seputar Kanker Payudara

  1. Jika Saya Tidak Memiliki Riwayat Kanker Payudara Dalam Keluarga, Saya Tidak Akan Terkena Kanker Payudara

Banyak orang yang mengira bahwa kanker payudara adalah penyakit keturunan. Faktanya, hanya sekitar 5-10% kanker payudara yang bersifat herediter, yang artinya kanker tersebut disebabkan oleh perubahan abnormal atau mutasi pada gen tertentu yang diturunkan dari orang tua ke anak.

Faktor risiko kanker payudara terbesar adalah menjadi seorang wanita dan bertambah tua. Sebab, seiring berjalan waktu, sel-sel payudara yang sehat dapat mengalami mutasi dengan sendirinya, yang akhirnya berubah menjadi sel kanker.

  1. Membawa Ponsel di Bra atau Dekat Payudara Dapat Menyebabkan Kanker Payudara

Beberapa laporan di media mengatakan bahwa membawa ponsel di bra atau dekat payudara dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Masih belum ada penelitian yang mendukung soal kebenaran mitos membawa ponsel di bra atau dekat payudara ini. Para peneliti masih mempelajari hubungan antara keduanya.

Namun, produsen ponsel sering merekomendasikan menjauhkan ponsel dari tubuh Anda. Meskipun mitos ini belum terbukti, Anda dapat menghindari membawa ponsel di bra atau saku dada sampai penelitian lebih lanjut tersedia.

  1. Kanker Payudara Telah Menjadi Epidemi Pada Wanita Muda

Meskipun semua wanita berisiko terkena payudara, faktanya 95 persen kasus kanker payudara terjadi pada wanita berusia 40 tahun ke atas dan lebih dari tiga perempat kasus kanker payudara terjadi pada wanita berusia di atas 50 tahun.

Baca juga: 11 Kelompok Wanita yang Punya Resiko Tinggi Kanker Payudara

  1. Kanker Payudara Selalu Menyebabkan Benjolan yang Bisa Anda Rasakan

Beberapa orang terkadang berfikir bahwa kanker payudara selalu menyebabkan benjolan yang dapat dirasakan saat melakukan pemeriksaan payudara secara mandiri. Namun, kanker payudara tidak selalu menyebabkan benjolan. 

Mitos lain juga menyebutkan bahwa “jika benjolan terasa sakit, itu bukan kanker payudara” dan “jika Anda bisa merasakan benjolan halus yang bergerak di bawah kulit, itu bukan kanker payudara”. Jika Anda merasakan benjolan atau massa yang tidak biasa pada payudara Anda, segera konsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Meskipun sebagian besar benjolan bersifat jinak (bukan kanker), selalu ada kemungkinan benjolan tersebut merupakan kanker payudara.

  1. Hanya Wanita yang Dapat Terkena Kanker Payudara

Anda mungkin tidak akan menyangka fakta dari mitos yang satu ini. Banyak orang yang mengira hanya wanita yang dapat terkena kanker payudara. Kasus kanker payudara memang umumnya terjadi pada wanita, namun pria juga dapat terkena kanker payudara. Sebab, pria juga memiliki jaringan payudara, sehingga pria juga berisiko terkena kanker payudara.

  1. Mengenakan Bra Dapat Menyebabkan Kanker Payudara

Mitos mengenakan bra terutama bra berkawat dapat menyebabkan kanker payudara sudah lama beredar di berbagai media dan internet. Mitos ini menyebutkan bahwa penggunaan bra berkawat dapat membatasi aliran cairan getah bening keluar dari payudara, yang menyebabkan zat beracun menumpuk di jaringan payudara.Namun, belum ada bukti untuk mendukung klaim ini. 

  1. Menggunakan Deodoran Pada Ketiak Dapat Menyebabkan Kanker Payudara

Ada desas-desus yang mengatakan penggunaan deodoran pada ketiak, terutama yang mengandung alumunium dan bahan kimia lainnya dapat terserap ke dalam kelenjar getah bening dan masuk ke sel payudara dan meningkatkan risiko kanker payudara. Mencukur ketiak dianggap memperburuk keadaan ini, sebab dapat menimbulkan goresan kecil yang memungkinkan lebih banyak bahan kimia masuk ke dalam tubuh. 

Namun, tidak ada bukti hubungan antara penggunaan deodoran dan kanker payudara. Meskipun beberapa penelitian menemukan bahwa wanita yang menggunakan deodoran yang mengandung alumunium, memiliki konsentrasi alumunium yang lebih tinggi di jaringan payudara.

  1. Mamogram itu Tidak Aman dan Menyakitkan

Banyak yang menyangka bahwa pemeriksaan payudara mammogram itu berbahaya dan terasa sakit. Faktanya, peralatan mammografi modern sudah dirancang untuk meminimalkan tingkat ketidaknyamanan. Peralatan mammografi modern juga menggunakan tingkat radiasi rendah yang tidak berbahaya. 

  1. Mengonsumsi Terlalu Banyak Gula Menyebabkan Kanker Payudara

Ada mitos umum yang mengatakan bahwa gula dapat mempercepat pertumbuhan sel kanker. Semua sel baik itu sel sehat atau sel kanker memang menggunakan gula (glukosa) sebagai bahan bakar mereka. Meskipun benar bahwa sel kanker mengonsumsi gula lebih cepat daripada sel normal, tidak ada bukti bahwa konsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan kanker.

Namun Anda sebaiknya tetap perlu menjaga jumlah konsumsi gula. Sebab, konsumsi gula dalam jumlah banyak dapat menyebabkan obesitas yang merupakan faktor risiko kanker payudara.

Itulah ulasan mengenai mitos dan fakta umum seputar kanker payudara. Semoga informasi di atas dapat membantu Anda agar tidak keliru tentang penyakit kanker payudara. Jika Anda membutuhkan layanan deteksi kanker payudara, Anda bisa andalkan OneOnco yang menyediakan layanan tes kanker payudara ( USG payudara & mamografi) di rumah sakit rekanan OneOnco terdekat dari tempat Anda. Cek dan pesan layanan deteksi kanker dari OneOnco di sini untuk lakukan pemeriksaan di rumah sakit pilihan Anda.

Referensi:

Breastcancer.org. Breast Cancer Myths Versus Facts – Breastcancer.org

Mission Regional Medical Center. Breast Cancer Myths | Mission Regional Medical Center

Breastcancer.org. Study Confirms No Link Between Wearing a Bra and Breast Cancer Risk