Perlu Diwaspadai, Ini 7 Ciri Kanker Payudara Pada Wanita

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit kanker paling mematikan di Indonesia. Berdasarkan data dari Globocan tahun 2020, penyakit kanker payudara menyumbang angka kematian terbesar kedua dari keseluruhan jenis kanker di Indonesia. Angka kematian yang disebabkan kanker payudara di Indonesia sendiri berjumlah 22,430 orang pada tahun 2020. Fakta lainnya adalah kanker payudara menjadi jenis kanker yang paling sering dialami oleh wanita, menyusul kanker serviks (leher rahim), ovarium (indung telur), kolorektal (usus besar), dan tiroid.

Oleh karena itu, Anda perlu waspada dengan penyakit kanker payudara. Anda perlu memahami gejala atau ciri kanker payudara agar dapat melakukan langkah pencegahan lebih awal. Gejala atau ciri dari kanker payudara berbeda pada setiap orang, bahkan dalam beberapa kasus, pasien kanker payudara tidak mengalami ciri atau gejala sama sekali.

Artikel ini akan membahas ciri-ciri kanker payudara pada wanita yang perlu Anda waspadai. Sebelum terlambat, yuk kenali ciri-cirinya lebih lanjut.

Ciri Kanker Payudara yang Perlu Diwaspadai

Melansir American Cancer Society, gejala kanker payudara yang paling umum adalah kemunculan benjolan atau massa pada bagian payudara. Benjolan atau massa yang keras, tanpa rasa sakit, dan memiliki tepi tidak teratur berkemungkinan besar adalah kanker. Namun, benjolan yang mungkin adalah sebuah kanker juga bisa terasa lunak, bulat, dan terasa sakit.

Beberapa gejala lainnya dari kanker payudara di antaranya adalah:

  1. Pembengkakan seluruh atau sebagian payudara
  2. Lesung pipit di payudara (terlihat seperti kulit jeruk)
  3. Nyeri pada payudara atau puting
  4. Retraksi puting (puting masuk ke dalam)
  5. Kulit puting atau payudara kemerahan, kering, mengelupas, atau menebal
  6. Keluarnya cairan selain ASI dari puting susu
  7. Pembengkakan kelenjar getah bening di bawah lengan atau di dekat tulang selangka

Penyebab Kanker Payudara

Kanker payudara terjadi ketika beberapa sel payudara mulai tumbuh secara tidak normal. Sel-sel ini membelah lebih cepat daripada sel-sel sehat dan terus memperbanyak diri, kemudian membentuk benjolan. Sel tersebut dapat menyebar melalui kelenjar getah bening atau pembuluh darah ke bagian lain dari tubuh Anda.

Kanker payudara umumnya dimulai dengan pertumbuhan sel-sel di saluran penghasil susu. Kanker payudara juga dapat dimulai di jaringan kelenjar yang disebut lobulus atau di jaringan lain di dalam payudara.

Para peneliti telah mengidentifikasi faktor risiko hormonal, gaya hidup, dan lingkungan dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Kanker payudara kemungkinan disebabkan oleh gabungan faktor risiko, interaksi kompleks dari susunan genetik, dan lingkungan Anda.

Faktor Risiko Kanker Payudara

Faktor risiko kanker payudara adalah hal-hal yang membuat Anda lebih mungkin terkena kanker payudara. Memiliki satu atau beberapa faktor risiko kanker payudara tidak berarti Anda terkena kanker payudara. Banyak wanita yang terkena kanker payudara tidak memiliki faktor risiko, selain hanya menjadi wanita.

Faktor-faktor yang berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara di antaranya adalah:

1. Wanita

Wanita jauh lebih mungkin menderita kanker payudara dibandingkan dengan pria. 

2. Bertambahnya usia

Risiko terkena kanker payudara akan meningkat seiring bertambahnya usia.

3. Riwayat gangguan payudara

Jika Anda pernah menjalani biopsi payudara dan menemukan sel-sel abnormal di kelenjar susu atau Lobular Carcinoma In Situ (LCIS) Anda memiliki risiko kanker payudara yang lebih besar.

4. Riwayat menderita kanker payudara

Jika Anda pernah terkena kanker payudara di salah satu payudara Anda, maka Anda memiliki risiko lebih besar terkena kanker di payudara lainnya.

5. Riwayat kanker payudara dalam keluarga

Jika ibu, saudara perempuan, atau anak Anda didiagnosis menderita kanker payudara terutama pada usia muda, risiko Anda terkena kanker payudara semakin besar. Namun sebagian besar orang yang didiagnosis dengan kanker payudara tidak memiliki riwayat penyakit dalam keluarga.

6. Gen yang diwariskan

Mutasi gen tertentu seperti Breast Cancer 1 (BRCA1) dan Breast Cancer 2 (BRCA2), yang diturunkan dari orang tua ke anak dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

7. Paparan radiasi

Jika Anda melakukan pengobatan radiasi pada bagian dada ketika usia anak atau dewasa muda, risiko kanker payudara Anda meningkat.

8. Obesitas

Jika anda mengalami obesitas, risiko kanker payudara Anda meningkat.

Baca juga: 12 Makanan Sehat yang Bisa Mencegah Sel Kanker

9. Menstruasi di usia muda

Wanita yang mengalami  menstruasi sebelum usia 12 tahun memiliki risiko kanker payudara yang lebih tinggi.

10. Menopause pada usia yang lebih tua

Jika Anda mengalami menopause pada usia lebih tua, Anda lebih beresiko terkena kanker payudara.

11. Melahirkan anak pertama di usia lebih tua

Wanita yang melahirkan anak pertama di usia lebih dari 30 tahun memiliki risiko kanker payudara yang lebih besar.

12. Belum pernah hamil

Wanita yang belum pernah hamil memiliki risiko lebih besar terkena kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang pernah hamil satu kali atau lebih.

13. Terapi hormon pasca-menopause

Wanita yang menggunakan obat terapi hormon pasca-menopause yang menggabungkan estrogen dan progesteron untuk mengobati tanda dan gejala menopause memiliki peningkatan risiko kanker payudara. Risiko kanker payudara akan menurun  ketika berhenti minum obat ini.

14. Mengonsumsi alkohol

Mengonsumsi alkohol akan meningkatkan risiko kanker payudara.

Itulah ulasan mengenai gejala atau ciri dari penyakit kanker payudara. Jika Anda telah mengalami salah satu ciri-ciri di atas, luangkan waktu Anda untuk menghubungi dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mendapatkan diagnosis lebih pasti terkait gejala atau ciri yang Anda rasakan.

Untuk langkah pencegahan lainnya, Anda bisa lakukan deteksi kanker sejak dini dengan layanan Deteksi Kanker dari OneOnco. Deteksi Kanker dari OneOnco menawarkan berbagai layanan deteksi atau skrining penyakit kanker yang bekerja sama dengan rumah sakit terdekat dari Anda. One Onco juga menyediakan fitur belanja sehat dimana anda dapat membeli berbagai produk kesehatan untuk pasien kanker seperti Nutrican. Cek lokasi rumah sakit rekanan OneOnco terdekat dari anda di sini untuk lakukan tes deteksi kanker.

Referensi:

American Cancer Society. Breast Cancer Signs and Symptoms

Indonesia – Global Cancer Observatory

Mayoclinic. Lobular carcinoma in situ (LCIS)

Mayoclinic. Breast cancer