PET Scan (Positron Emission Tomography) adalah salah satu teknik pencitraan medis yang digunakan untuk mendiagnosis dan memantau berbagai kondisi, termasuk kanker. Prosedur ini menggunakan zat radioaktif (tracer) untuk melihat aktivitas metabolik sel-sel dalam tubuh. Bagi pasien yang akan menjalani PET Scan, memahami apa yang terjadi selama prosedur ini dapat membantu mengurangi kecemasan dan mempersiapkan diri dengan baik. Artikel ini akan memberikan panduan lengkap tentang tahapan PET Scan, mulai dari persiapan hingga hasil pemeriksaan.
Daftar Isi
- Persiapan Sebelum PET Scan
- Prosedur PET Scan
- Keamanan dan Efek Samping
- Manfaat PET Scan dalam Kanker
Persiapan Sebelum PET Scan
Sebelum menjalani PET Scan, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan:
- Puasa: Pasien biasanya diminta untuk berpuasa selama 4-6 jam sebelum pemeriksaan. Hal ini bertujuan untuk memastikan kadar gula darah stabil, sehingga hasil PET Scan lebih akurat.
- Informasi Medis: Beritahu dokter atau petugas medis tentang riwayat kesehatan, alergi, atau obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
- Pakaian Nyaman: Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman. Pasien mungkin diminta untuk mengganti pakaian dengan gaun rumah sakit.
- Hindari Aktivitas Berat: Hindari aktivitas fisik berat 24 jam sebelum pemeriksaan, karena dapat mempengaruhi hasil PET Scan.
Prosedur PET Scan
Berikut adalah tahapan yang terjadi selama PET Scan:
1. Penyuntikan Tracer
- Pasien akan disuntik dengan zat radioaktif (tracer) yang biasanya berupa FDG (Fluorodeoxyglucose). Zat ini menyerupai glukosa dan akan diserap oleh sel-sel yang memiliki metabolisme tinggi, seperti sel kanker.
- Setelah penyuntikan, pasien akan diminta untuk beristirahat selama 30-60 menit. Selama waktu ini, tracer akan menyebar ke seluruh tubuh.
2. Pemindaian
- Pasien akan diminta berbaring di atas meja pemindai yang akan bergerak perlahan melalui mesin PET Scan.
- Mesin PET Scan berbentuk seperti tabung besar dengan lubang di tengahnya. Selama pemindaian, pasien harus tetap diam untuk mendapatkan gambar yang jelas.
- Proses pemindaian biasanya memakan waktu 30-60 menit, tergantung pada area tubuh yang diperiksa.
3. Hasil Pemeriksaan
- Setelah pemindaian selesai, pasien dapat kembali ke aktivitas normal. Tracer akan dikeluarkan dari tubuh secara alami melalui urine dalam beberapa jam.
- Gambar hasil PET Scan akan dianalisis oleh dokter radiologi. Hasilnya akan menunjukkan area tubuh dengan aktivitas metabolik yang tinggi, yang mungkin mengindikasikan kanker atau kondisi lainnya.
Keamanan dan Efek Samping
PET Scan umumnya aman dan tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Paparan Radiasi: Meskipun PET Scan menggunakan zat radioaktif, dosis radiasi yang digunakan sangat rendah dan dianggap aman.
- Efek Samping: Efek samping jarang terjadi, tetapi beberapa pasien mungkin mengalami reaksi alergi ringan terhadap tracer.
- Ibu Hamil dan Menyusui: PET Scan tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Ibu menyusui harus menunggu beberapa jam sebelum menyusui setelah menjalani PET Scan.
Manfaat PET Scan dalam Kanker
PET Scan memiliki beberapa manfaat penting dalam diagnosis dan pemantauan kanker:
- Deteksi Kanker: PET Scan dapat mendeteksi kanker pada tahap awal, bahkan sebelum terlihat pada pemeriksaan pencitraan lainnya.
- Pemantauan Terapi: PET Scan membantu mengevaluasi efektivitas pengobatan kanker, seperti kemoterapi atau radioterapi.
- Deteksi Metastasis: PET Scan dapat mendeteksi penyebaran kanker ke organ lain (metastasis).
PET Scan adalah prosedur yang aman dan efektif untuk mendiagnosis dan memantau kanker. Dengan memahami tahapan dan persiapan yang diperlukan, pasien dapat merasa lebih nyaman dan siap menjalani pemeriksaan ini. Hasil PET Scan memberikan informasi penting yang membantu dokter dalam menentukan rencana pengobatan yang tepat.
Baca Juga: Lebih Akurat, Inilah Perbedaan PET Scan dengan Pemeriksaan Kanker Lainnya
Sumber
- National Cancer Institute. (2023). How Cancer Is Diagnosed. [cited 2025 Feb 25]. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/diagnosis-staging/diagnosis
- Badan Pengawas Tenaga Nuklir Republik Indonesia. Peraturan Badan Pengawas Tenaga Nuklir Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2020 tentang Keselamatan Radiasi dalam Produksi Radioisotop untuk Radiofarmaka. 2020. [cited 2025 Feb 15]. Available from: https://jdih.bapeten.go.id/unggah/dokumen/peraturan/1023-full.pdf
- N. Elly Rosilawati, I. Nasution, Tri Wahyu Murni. Penggunaan radiofarmaka untuk diagnosa dan terapi di Indonesia dan asas keamanan penggunaan obat. SOEPRA. 2017;3(1). [cited 2025 Feb 17]. Available from: https://doi.org/10.24167/shk.v3i1.697
- Fahim-Ul-Hassan, Cook GJ. PET/CT in oncology. Clin Med (Lond). 2012;12(4):368-72. [cited 2025 Feb 17]. Available from: https://doi.org/10.7861/clinmedicine.12-4-368