Cara Mudah Menjangkau Faskes PET Scan dengan Transportasi Umum

BAGIKAN

Pemeriksaan PET (Positron Emission Tomography) scan merupakan salah satu metode diagnostik penting dalam penanganan kanker. Prosedur ini memungkinkan dokter untuk melihat aktivitas metabolik sel-sel dalam tubuh, sehingga dapat mendeteksi keberadaan sel kanker, memantau perkembangan penyakit, atau mengevaluasi efektivitas pengobatan. Namun, aksesibilitas menuju fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan PET scan seringkali menjadi tantangan, terutama bagi pasien yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan mobilitas. Transportasi umum yang mudah diakses dapat menjadi solusi untuk memudahkan pasien menjalani pemeriksaan ini.

Daftar Isi:

Peran PET Scan dalam Diagnosis Kanker

PET Scan adalah prosedur pencitraan medis yang menggunakan zat radioaktif untuk mendeteksi aktivitas metabolik jaringan tubuh. Pada pasien kanker, pemeriksaan ini membantu dokter dalam menentukan stadium penyakit, mengevaluasi efektivitas pengobatan, serta merancang strategi penanganan yang optimal (Setiawan et al., 2020). Karena kompleksitas dan biaya pemeriksaan PET Scan, pasien seringkali menghadapi tekanan emosional dan finansial, sehingga kemudahan akses ke fasilitas kesehatan menjadi faktor penunjang keberhasilan diagnosis dan terapi.

Tantangan Transportasi bagi Pasien PET Scan di Indonesia

Di Indonesia, fasilitas PET scan masih terbatas dan umumnya hanya tersedia di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan. Pasien dari daerah lain seringkali harus menempuh perjalanan jauh untuk menjalani pemeriksaan ini. Selain itu, pasien kanker seringkali mengalami kelelahan, nyeri, atau keterbatasan fisik akibat penyakit atau pengobatan yang sedang dijalani. Hal ini membuat mereka membutuhkan transportasi yang nyaman, terjangkau, dan mudah diakses.

Jenis Transportasi Umum yang Dapat Dimanfaatkan

Berikut adalah beberapa opsi transportasi umum di Indonesia yang dapat dimanfaatkan oleh pasien PET scan:

  1. Kereta Api (KRL dan LRT)
    • Kereta api, terutama KRL Commuterline dan LRT, menjadi pilihan transportasi yang relatif terjangkau dan nyaman bagi pasien yang tinggal di wilayah Jabodetabek. Stasiun-stasiun utama seperti Gambir, Sudirman, dan Manggarai terhubung dengan baik ke rumah sakit besar yang menyediakan layanan PET scan.
    • Keuntungan: Tarif terjangkau, jadwal teratur, dan fasilitas khusus seperti kursi prioritas untuk pasien dengan keterbatasan fisik.
    • Tantangan: Kepadatan penumpang pada jam sibuk dapat membuat perjalanan kurang nyaman.
  2. Bus Transjakarta dan Bus Rapid Transit (BRT) Lainnya
    • Bus Transjakarta dan BRT di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta menyediakan rute yang terhubung ke rumah sakit. Bus ini dilengkapi dengan jalur khusus sehingga terhindar dari kemacetan.
    • Keuntungan: Tarif murah, jalur khusus, dan tersedia kursi prioritas.
    • Tantangan: Akses ke halte bus mungkin kurang ramah bagi pasien dengan mobilitas terbatas.
  3. Transportasi Online (Grab dan Gojek)
    • Aplikasi transportasi online seperti Grab dan Gojek menyediakan layanan transportasi door-to-door yang sangat membantu pasien dengan keterbatasan mobilitas. Layanan GrabCar dan GoCar dapat dipesan sesuai kebutuhan, termasuk untuk perjalanan jarak jauh.
    • Keuntungan: Fleksibilitas waktu, kenyamanan, dan kemudahan akses.
    • Tantangan: Biaya yang relatif lebih tinggi dibandingkan transportasi umum konvensional.
  1. Angkutan Kota (Angkot) dan Mikrolet
    • Angkutan kota masih menjadi pilihan utama di beberapa daerah. Meskipun kurang nyaman, angkot dapat menjadi solusi bagi pasien dengan anggaran terbatas.
    • Keuntungan: Tarif sangat terjangkau.
    • Tantangan: Kenyamanan dan keamanan yang kurang terjamin, serta rute yang tidak selalu langsung ke rumah sakit.

Baca Juga:Rekomendasi Rumah Singgah Saat Jalani PET Scan

Ambulans: Moda Transportasi dari Faskes Sebagai Sarana Darurat

Beberapa rumah sakit menyediakan layanan ambulans atau transportasi medis khusus untuk pasien yang membutuhkan. Layanan ini sangat membantu bagi pasien dengan kondisi fisik yang lemah.

Kelebihan dari moda transportasi ini, yaitu aman, nyaman, dan dilengkapi dengan peralatan medis darurat. Namun perlu diperhatikan juga, terkadang ada biaya yang relatif tinggi dan perlu reservasi sebelumnya.

Transportasi umum yang mudah diakses memegang peranan penting dalam mendukung pasien kanker untuk menjalani pemeriksaan PET scan. Di Indonesia, meskipun masih terdapat tantangan, beberapa opsi transportasi seperti kereta api, bus rapid transit, dan transportasi online dapat dimanfaatkan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, penyedia layanan kesehatan, dan pihak swasta, diharapkan aksesibilitas transportasi bagi pasien kanker dapat terus ditingkatkan.


Sumber

  1. Brand, N. R., Qu, L. G., Chao, A., & Ilbawi, A. M. Delays and Barriers to Cancer Care in Low- and Middle-Income Countries: A Systematic Review. Oncologist. 2019;24(12):e1371-e1380 . [cited 2025 Feb 17]. Available from: https://doi.org/10.1634/theoncologist.2019-0057
  2. Wercholuk, A. N., Parikh, A. A., & Snyder, R. A. The Road Less Traveled: Transportation Barriers to Cancer Care Delivery in the Rural Patient Population. JCO Oncol Pract. 2022;18(9):652-662. [cited 2025 Feb 17]. Available from: https://doi.org/10.1200/OP.22.00122
  3. Verduzco-Aguirre, H. C., Lopes, G., & Soto-Perez-De-Celis, E. Implementation of diagnostic resources for cancer in developing countries: a focus on PET/CT. Ecancermedicalscience. 2019;13:ed87 . [cited 2025 Feb 17]. Available from: https://doi.org/10.3332/ecancer.2019.ed87
Hubungi Kami: +62811 1707 0111