kanker-serviks

Kanker Serviks


Kanker Serviks

Kanker Serviks: Pengertian, Gejala dan Penyebab

Kanker serviks, atau lebih dikenal sebagai kanker leher Rahim, adalah salah satu tipe kanker yang bermula dari sel-sel di serviks. Bermula dari pertumbuhan sel yang abnormal, kanker serviks pada stadium awal dapat ditemukan hanya pada serviks seorang wanite, namun pada stadium akhir, sel kanker tersebut dapat ditemukan pada berbagai bagian tubuh.

Pembentukan kanker serviks memakan waktu yang cukup lama. Sel normal dalam serviks seorang wanita dapat berubah menjadi sel kanker jika ada terjadinya abnormalitas pada sel tersebut. Proses perubahan dari sel abnormal (dysplasia) menjadi sel kanker dalam serviks dapat berlangsung setidaknya 5-10 tahun. Tetapi sesaat sel tersebut sudah menjadi sel kanker, proses penyebaran kanker dapat terjadi dengan waktu yang lebih pendek. 

Penyakit ini dibagi menjadi 2 tipe utama, tipe yang pertama adalah karsinoma serviks sel skuamosa yang dijumpai pada 9 dari 10 kanker serviks. Tipe yang kedua adalah adenokarsinoma, kanker ini berasal dari sel-sel kelenjar yang menghasilkan mukus (lendir).


Insiden dan prevalensi kanker serviks

Menurut WHO, kanker serviks termasuk kanker ke-empat yang paling sering dijumpai pada wanita, diperkirakan terdapat 570.000 kasus baru atau 6,6% dari semua kanker yang dijumpai pada wanita, dan 311.000 kematian karena kanker ini pada tahun 2018. Sekitar 90% dari kematian karena kanker serviks terjadi pada negara-negara dengan penghasilan rendah dan sedang.

Di Indonesia, terdapat sekitar 32.469 kasus kanker serviks baru yang didiagnosis pada tahun 2018. Secara keseluruhan, kejadian kanker serviks di Indonesia adalah 24,5%. Selain itu, penyakit ini menempati peringkat kedua kanker yang sering dijumpai pada wanita. Hal yang mengkhawatirkan adalah penyakit ini termasuk kanker kedua pada wanita berusia 15-44 tahun.


Penyebab kanker serviks

Seperti kanker pada umumnya, kanker serviks memiliki banyak faktor risiko yang dapat memicu pertumbuhan kanker seperti keadaan lingkungan, aktifitas sehari-hari, maupun secara genetika. Namun penyabab utama kanker serviks dapat di digolongkan 2 penyebab, yaitu:

  • Stres dan luka pada serviks; dan
  • Infeksi virus HPV

Baca juga: Kanker Serviks: Faktor Risiko dan Pencegahan  


Kehamilan maupun aktifitas seksual dapat mengakitbatkan stres dan memar pada jaringan serviks, Jika memar tersebut tidak sembuh secara penuh dang menjadi luka, sel tersebut dapat berubah menjadi sel abnormal. Dalam kurun waktu beberapa tahun, jika sel abnormal ini masih bertetap pada serviks, maka sel tersebut dapat berubah menjadi sel kanker.

Saat ini telah diketahui bahwa mayoritas kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus human papillomavirus (HPV) yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Menurut WHO, sekitar 90% dari kasus kanker serviks terjadi karen infeksi virus HPV ini.  

Sekarang telah terdapat 150-200 tipe virus HPV, tetapi yang hanya beberapa tipe dari virus ini yang dianggap memiliki risiko tinggi untuk menimbulkan kanker serviks. HPV tipe 16 dan 18 merupakan tipe virus yang menyebabkan lebih dari 70% insiden kanker serviks.


Gejala Kanker Serviks

Karena proses pembentukan sel kanker yang cukup lama, kanker serviks tidak menunjukan tanda atau gejala pada stadium awal. Gejala akan muncul jika tumor sudah tumbuh pada serviks dan merambat kepada jaringan sekitar serviks. Walau gejala dapat bervariasi antar pasien, ada beberapa gejala ayng harus diwaspadai and menjadi tanda bahwa Anda kemungkinan memiliki kanker serviks sebagai berikut:

  • Adanya bercak darah atau pendarahan antara periode menstruasi
  • Pendarahan menstrusasi yang lebih lama
  • Pendarahan berlebih setelah berhubungan seksual, membasuh, atau pemeriksaan panggul
  • Keluar cauran vagina yang banyak dan berbau
  • Nyeri berlebih selama berhubungan seksual
  • Pendarahan vagina setelah menopause
  • Nyeri panggul dan/atau punggung yang tidak dapat dijelaskan dan menetap
  • Pembengkakan pada kaki



Referensi

  • Cause of 90% of cervical cancer is Human papillomavirus (HPV) infection. Kufe, Donald (2009). Holland-Frei cancer medicine (8th ed.). New York: McGraw-Hill Medical. p. 1299. ISBN 9781607950141. Archived from the original on 2015-12-01.
  • Cervical cancer. Canadian Cancer Society [Internet]. 2020 [cited 2020 Jan 2]. Available from: https://www.cancer.ca/en/cancer-information/cancer-type/cervical/signs-and-symptoms/?region=on
  • Cervical cancer: Symptoms and signs. Cancer.Net [Internet]. 2019 [cited 2020 Jan 2]. Available from: https://www.cancer.net/cancer-types/cervical-cancer/symptoms-and-signs
  • Human papillomavirus and related diseases report: Indonesia. HPV Information Centre [Internet]. 2019 June 17 [cited 2019 Dec 31]. Available from: https://hpvcentre.net/statistics/reports/IDN.pdf
  • Human papillomavirus (HPV) and cervical cancer. WHO [Internet]. 2019 Jan 24 [cited 2019 Dec 31]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/human-papillomavirus-(hpv)-and-cervical-cancer
  • WHO. Cervical cancer [Internet]. 2019 [cited 2019 Dec 31]. Available from: https://www.who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/cervical-cancer/en/

Kanker Serviks

Kanker Serviks: Pengertian, Gejala dan Penyebab

Kanker serviks, atau lebih dikenal sebagai kanker leher Rahim, adalah salah satu tipe kanker yang bermula dari sel-sel di serviks. Bermula dari pertumbuhan sel yang abnormal, kanker serviks pada stadium awal dapat ditemukan hanya pada serviks seorang wanite, namun pada stadium akhir, sel kanker tersebut dapat ditemukan pada berbagai bagian tubuh.

Pembentukan kanker serviks memakan waktu yang cukup lama. Sel normal dalam serviks seorang wanita dapat berubah menjadi sel kanker jika ada terjadinya abnormalitas pada sel tersebut. Proses perubahan dari sel abnormal (dysplasia) menjadi sel kanker dalam serviks dapat berlangsung setidaknya 5-10 tahun. Tetapi sesaat sel tersebut sudah menjadi sel kanker, proses penyebaran kanker dapat terjadi dengan waktu yang lebih pendek. 

Penyakit ini dibagi menjadi 2 tipe utama, tipe yang pertama adalah karsinoma serviks sel skuamosa yang dijumpai pada 9 dari 10 kanker serviks. Tipe yang kedua adalah adenokarsinoma, kanker ini berasal dari sel-sel kelenjar yang menghasilkan mukus (lendir).


Insiden dan prevalensi kanker serviks

Menurut WHO, kanker serviks termasuk kanker ke-empat yang paling sering dijumpai pada wanita, diperkirakan terdapat 570.000 kasus baru atau 6,6% dari semua kanker yang dijumpai pada wanita, dan 311.000 kematian karena kanker ini pada tahun 2018. Sekitar 90% dari kematian karena kanker serviks terjadi pada negara-negara dengan penghasilan rendah dan sedang.

Di Indonesia, terdapat sekitar 32.469 kasus kanker serviks baru yang didiagnosis pada tahun 2018. Secara keseluruhan, kejadian kanker serviks di Indonesia adalah 24,5%. Selain itu, penyakit ini menempati peringkat kedua kanker yang sering dijumpai pada wanita. Hal yang mengkhawatirkan adalah penyakit ini termasuk kanker kedua pada wanita berusia 15-44 tahun.


Penyebab kanker serviks

Seperti kanker pada umumnya, kanker serviks memiliki banyak faktor risiko yang dapat memicu pertumbuhan kanker seperti keadaan lingkungan, aktifitas sehari-hari, maupun secara genetika. Namun penyabab utama kanker serviks dapat di digolongkan 2 penyebab, yaitu:

  • Stres dan luka pada serviks; dan
  • Infeksi virus HPV

Baca juga: Kanker Serviks: Faktor Risiko dan Pencegahan  


Kehamilan maupun aktifitas seksual dapat mengakitbatkan stres dan memar pada jaringan serviks, Jika memar tersebut tidak sembuh secara penuh dang menjadi luka, sel tersebut dapat berubah menjadi sel abnormal. Dalam kurun waktu beberapa tahun, jika sel abnormal ini masih bertetap pada serviks, maka sel tersebut dapat berubah menjadi sel kanker.

Saat ini telah diketahui bahwa mayoritas kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus human papillomavirus (HPV) yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Menurut WHO, sekitar 90% dari kasus kanker serviks terjadi karen infeksi virus HPV ini.  

Sekarang telah terdapat 150-200 tipe virus HPV, tetapi yang hanya beberapa tipe dari virus ini yang dianggap memiliki risiko tinggi untuk menimbulkan kanker serviks. HPV tipe 16 dan 18 merupakan tipe virus yang menyebabkan lebih dari 70% insiden kanker serviks.


Gejala Kanker Serviks

Karena proses pembentukan sel kanker yang cukup lama, kanker serviks tidak menunjukan tanda atau gejala pada stadium awal. Gejala akan muncul jika tumor sudah tumbuh pada serviks dan merambat kepada jaringan sekitar serviks. Walau gejala dapat bervariasi antar pasien, ada beberapa gejala ayng harus diwaspadai and menjadi tanda bahwa Anda kemungkinan memiliki kanker serviks sebagai berikut:

  • Adanya bercak darah atau pendarahan antara periode menstruasi
  • Pendarahan menstrusasi yang lebih lama
  • Pendarahan berlebih setelah berhubungan seksual, membasuh, atau pemeriksaan panggul
  • Keluar cauran vagina yang banyak dan berbau
  • Nyeri berlebih selama berhubungan seksual
  • Pendarahan vagina setelah menopause
  • Nyeri panggul dan/atau punggung yang tidak dapat dijelaskan dan menetap
  • Pembengkakan pada kaki



Referensi

  • Cause of 90% of cervical cancer is Human papillomavirus (HPV) infection. Kufe, Donald (2009). Holland-Frei cancer medicine (8th ed.). New York: McGraw-Hill Medical. p. 1299. ISBN 9781607950141. Archived from the original on 2015-12-01.
  • Cervical cancer. Canadian Cancer Society [Internet]. 2020 [cited 2020 Jan 2]. Available from: https://www.cancer.ca/en/cancer-information/cancer-type/cervical/signs-and-symptoms/?region=on
  • Cervical cancer: Symptoms and signs. Cancer.Net [Internet]. 2019 [cited 2020 Jan 2]. Available from: https://www.cancer.net/cancer-types/cervical-cancer/symptoms-and-signs
  • Human papillomavirus and related diseases report: Indonesia. HPV Information Centre [Internet]. 2019 June 17 [cited 2019 Dec 31]. Available from: https://hpvcentre.net/statistics/reports/IDN.pdf
  • Human papillomavirus (HPV) and cervical cancer. WHO [Internet]. 2019 Jan 24 [cited 2019 Dec 31]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/human-papillomavirus-(hpv)-and-cervical-cancer
  • WHO. Cervical cancer [Internet]. 2019 [cited 2019 Dec 31]. Available from: https://www.who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/cervical-cancer/en/

BERITA TERKINI

Lihat semuaarrow
Webinar Peran SP.OG Dalam Skrining Kanker Serviks Sesuai Update Guideline HOGI

Webinar Peran SP.OG Dalam Skrining Kanker Serviks Sesuai Update Guideline HOGI

Registrasi Webinar

12-May-2022

Baca selengkapnya arrow
Kartini Cerdik :  Tips dan Trik Mengelola Keuangan

Kartini Cerdik : Tips dan Trik Mengelola Keuangan

WEBINAR SERIES: SELF LOVE, Kenali dan Cintai Diri dengan Deteksi Dini

12-Apr-2022

Baca selengkapnya arrow
Aksi Kartini untuk Bebas dari Kanker Serviks

Aksi Kartini untuk Bebas dari Kanker Serviks

Webinar Series Self Love, Kenali dan Cintai Diri dengan Deteksi Dini

11-Apr-2022

Baca selengkapnya arrow