kanker-kolorektal

Kanker Kolorektal


Kanker Kolorektal

Mengenal Kanker Usus Besar

Pengertian
Kanker usus besar dan kanker rektum sering dikelompokkan bersama dengan nama kanker kolorektal karena memiliki banyak kesamaan. Kanker ini juga bisa disebut kanker usus besar atau kanker rektum, tergantung dari mana kanker ini mulai timbul.


Seberapa seringkah terjadinya kanker usus besar.
Data di Amerika Serikat menunjukkan secara keseluruhan, risiko seumur hidup terkena kanker kolorektal adalah sekitar 1 dari 23 (4,3%) untuk pria dan 1 dari 25 (4,0%) untuk wanita.
Resiko terjadinya kanker kolon di negara maju relative lebih besar dibandingkan negara berkembang, dikarenakan faktor pola makan dan gaya hidup.


Fungsi usus besar dan rektum
Untuk memahami kanker kolorektal, sebaiknya kita mengenal fungsi normal usus besar dan rektum.
Usus besar dan rektum membentuk usus besar yang merupakan bagian dari sistem pencernaan, juga disebut sistem gastrointestinal (GI),
Usus besar menyerap air dan garam dari sisa bahan makanan setelah melewati usus halus. Materi limbah yang tersisa setelah melewati usus besar masuk ke rektum , yang merupakan bagian terakhir dari sistem pencernaan. Saraf dan otot di rektum membantu menahan kotoran sampai siap untuk dikeluarkan melalui anus. Anus adalah lubang di ujung usus besar yang mengandung otot berbentuk cincin yang disebut sfingter. Otot ini membantu untuk mengontrol ketika kita mengosongkan isi perut kita.

Bagaimana kanker kolorektal dimulai?
Sebagian besar kanker kolorektal dimulai sebagai pertumbuhan pada lapisan dalam usus besar atau rektum. Pertumbuhan ini disebut polip .
Beberapa jenis polip dapat berubah menjadi kanker seiring berjalannya waktu (biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun), tetapi tidak semua polip menjadi kanker. Peluang polip berubah menjadi kanker tergantung pada jenis polipnya.
Jika kanker terbentuk dalam polip, ia dapat tumbuh ke dinding usus besar atau rektum seiring waktu. Dinding usus besar dan rektum terdiri dari banyak lapisan. Kanker kolorektal dimulai di lapisan terdalam (mukosa) dan dapat tumbuh ke luar melalui beberapa atau seluruh lapisan usus besar.
Ketika sel kanker berada di dinding usus besar, sel kanker kemudian dapat masuk ke pembuluh darah atau pembuluh getah bening, sehingga sel kanker dapat melakukan perjalanan ke kelenjar getah bening terdekat dan akhirnya ke bagian tubuh lainnya.
Stadium (tingkat penyebaran) kanker kolorektal tergantung pada seberapa dalam ia tumbuh ke dalam dinding usus besar dan apakah telah menyebar ke luar usus besar atau rectum.

Gejala Kanker Usus Besar
Kanker Usus besar dapat ditujukkkan dari gejala gejala berikut ini :

  • Adanya darah di dalam tinja, atau berdarah saat buang air besar , darah mungkin berwarna merah terang atau gelap.
  • Perubahan kebiasaan buang air besar yang terjadi tanpa alasan yang jelas dan berlangsung lebih dari 3 minggu misalnya, diare atau sembelit
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.
  • Nyeri di dearah perut atau bagian pembuangan.
  • Adanya perasaan belum mengosongkan perut dengan benar setelah buang air besar
  • Munculnya kelelahan yang tidak dapat dijelaskan, pusing atau sesak napas
  • Terjadinya anemia (sel darah merah yang lebih rendah dari normal)

Terkadang kanker dapat menyebabkan penyumbatan (obstruksi) di usus. Kita mungkin merasa sembelit dan kembung, mengalami sakit perut atau muntah.

Gejala-gejala ini dapat disebabkan oleh kondisi selain kanker usus besar, tetapi untuk memastikannya kita sebaiknya memeriksakannya ke dokter. Dan mungkin perlu dilakukan tes untuk memastikan apa yang mungkin menyebabkan munculnya gejala gejala tersebut.

Pustaka

  1. Panduan Penatalaksanna Kanker Kolorektal, Komite Penganggulangan Kanker Nasional, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
  2. Understanding Colon Cancer, Macmillan Cancer Support.
  3. https://www.cancer.gov/types/colorectal
  4. Colon Cancer, NCCN Guideline for Patients, 2021.

 

Kanker Kolorektal

Mengenal Kanker Usus Besar

Pengertian
Kanker usus besar dan kanker rektum sering dikelompokkan bersama dengan nama kanker kolorektal karena memiliki banyak kesamaan. Kanker ini juga bisa disebut kanker usus besar atau kanker rektum, tergantung dari mana kanker ini mulai timbul.


Seberapa seringkah terjadinya kanker usus besar.
Data di Amerika Serikat menunjukkan secara keseluruhan, risiko seumur hidup terkena kanker kolorektal adalah sekitar 1 dari 23 (4,3%) untuk pria dan 1 dari 25 (4,0%) untuk wanita.
Resiko terjadinya kanker kolon di negara maju relative lebih besar dibandingkan negara berkembang, dikarenakan faktor pola makan dan gaya hidup.


Fungsi usus besar dan rektum
Untuk memahami kanker kolorektal, sebaiknya kita mengenal fungsi normal usus besar dan rektum.
Usus besar dan rektum membentuk usus besar yang merupakan bagian dari sistem pencernaan, juga disebut sistem gastrointestinal (GI),
Usus besar menyerap air dan garam dari sisa bahan makanan setelah melewati usus halus. Materi limbah yang tersisa setelah melewati usus besar masuk ke rektum , yang merupakan bagian terakhir dari sistem pencernaan. Saraf dan otot di rektum membantu menahan kotoran sampai siap untuk dikeluarkan melalui anus. Anus adalah lubang di ujung usus besar yang mengandung otot berbentuk cincin yang disebut sfingter. Otot ini membantu untuk mengontrol ketika kita mengosongkan isi perut kita.

Bagaimana kanker kolorektal dimulai?
Sebagian besar kanker kolorektal dimulai sebagai pertumbuhan pada lapisan dalam usus besar atau rektum. Pertumbuhan ini disebut polip .
Beberapa jenis polip dapat berubah menjadi kanker seiring berjalannya waktu (biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun), tetapi tidak semua polip menjadi kanker. Peluang polip berubah menjadi kanker tergantung pada jenis polipnya.
Jika kanker terbentuk dalam polip, ia dapat tumbuh ke dinding usus besar atau rektum seiring waktu. Dinding usus besar dan rektum terdiri dari banyak lapisan. Kanker kolorektal dimulai di lapisan terdalam (mukosa) dan dapat tumbuh ke luar melalui beberapa atau seluruh lapisan usus besar.
Ketika sel kanker berada di dinding usus besar, sel kanker kemudian dapat masuk ke pembuluh darah atau pembuluh getah bening, sehingga sel kanker dapat melakukan perjalanan ke kelenjar getah bening terdekat dan akhirnya ke bagian tubuh lainnya.
Stadium (tingkat penyebaran) kanker kolorektal tergantung pada seberapa dalam ia tumbuh ke dalam dinding usus besar dan apakah telah menyebar ke luar usus besar atau rectum.

Gejala Kanker Usus Besar
Kanker Usus besar dapat ditujukkkan dari gejala gejala berikut ini :

  • Adanya darah di dalam tinja, atau berdarah saat buang air besar , darah mungkin berwarna merah terang atau gelap.
  • Perubahan kebiasaan buang air besar yang terjadi tanpa alasan yang jelas dan berlangsung lebih dari 3 minggu misalnya, diare atau sembelit
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya.
  • Nyeri di dearah perut atau bagian pembuangan.
  • Adanya perasaan belum mengosongkan perut dengan benar setelah buang air besar
  • Munculnya kelelahan yang tidak dapat dijelaskan, pusing atau sesak napas
  • Terjadinya anemia (sel darah merah yang lebih rendah dari normal)

Terkadang kanker dapat menyebabkan penyumbatan (obstruksi) di usus. Kita mungkin merasa sembelit dan kembung, mengalami sakit perut atau muntah.

Gejala-gejala ini dapat disebabkan oleh kondisi selain kanker usus besar, tetapi untuk memastikannya kita sebaiknya memeriksakannya ke dokter. Dan mungkin perlu dilakukan tes untuk memastikan apa yang mungkin menyebabkan munculnya gejala gejala tersebut.

Pustaka

  1. Panduan Penatalaksanna Kanker Kolorektal, Komite Penganggulangan Kanker Nasional, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
  2. Understanding Colon Cancer, Macmillan Cancer Support.
  3. https://www.cancer.gov/types/colorectal
  4. Colon Cancer, NCCN Guideline for Patients, 2021.

 

BERITA TERKINI

Lihat semuaarrow
Webinar Peran SP.OG Dalam Skrining Kanker Serviks Sesuai Update Guideline HOGI

Webinar Peran SP.OG Dalam Skrining Kanker Serviks Sesuai Update Guideline HOGI

Registrasi Webinar

12-May-2022

Baca selengkapnya arrow
Kartini Cerdik :  Tips dan Trik Mengelola Keuangan

Kartini Cerdik : Tips dan Trik Mengelola Keuangan

WEBINAR SERIES: SELF LOVE, Kenali dan Cintai Diri dengan Deteksi Dini

12-Apr-2022

Baca selengkapnya arrow
Aksi Kartini untuk Bebas dari Kanker Serviks

Aksi Kartini untuk Bebas dari Kanker Serviks

Webinar Series Self Love, Kenali dan Cintai Diri dengan Deteksi Dini

11-Apr-2022

Baca selengkapnya arrow