Cerita Inspiratif
Pasien & Pendamping Kanker

Beratnya kanker tidak harus ditanggung sendiri,
cerita Anda mungkin tidak hanya melegakan Anda tetapi juga menginspirasi orang lain

img

"Pelan-pelan saya dan keluarga mulai menerima sakit ini dan mencoba menjalani dengan ikhlas"

Febrianto Adi Pratama

Halo sahabat semua gimana kabarnya? Saya harap kabarnya baik ya


Perkenalkan nama saya Febrianto Adi Pratama usia 28 tahun dari karawang

Saya ingin sedikit kesaksian pengalamanku dengan kanker saat tahun 2016

Saat usia 22 tahun, sedang semangatnya bekerja, setelah lulus kuliah, menata masa depan, merencanakan dari A-Z. Ternyata Tuhan memberikan rencana yang indah buatku. Tahun 2016 saya didiagnosa kanker nasofaring , perasaan campur aduk , putus harapan, dan terbayang akan kematian. Orang tau dan adik pun hancur putus harapan karena saya adalah anak pertama dan harapan untuk membantu perekonomian di dalam keluarga. Saya sempat marah sama Tuhan, merasa ini tidak adil, “Mengapa Tuhan memberikan sakit seperti ini ke saya?” Setelah saya merenung dan mendengarkan nasehat orang terkasih. Sepertinya Tuhan ingin berkomunikasi lebih dekat dengan saya. Pelan-pelan saya dan keluarga mulai menerima sakit ini  dan mencoba menjalani dengan ikhlas.


Saya di rujuk ke salah 1 Rumah Sakit di Jakarta. Di sana saya mengikuti segala proses pengobatan seperti kemoterapi, sinar radiasi luar, dan sinar radiasi dalam. Kemoterapi saya jalani 4x, sinar radiasi luar 35 x, sinar dalam 4x. Aku mengikuti proses pengobatan kurang lebih 1 tahun pulang pergi Karawang-Jakarta , karena beberapa pertimbangan saya putuskan untuk keluar dari pekerjaan. Saya sempat binggung apakah kanker saya masuk stadium 3C atau 4C, namun saya memutuskan untuk tidak memikirkan stadium dan fokus untuk pengobatan.

Setelah kurang lebih 1 tahun menjalankan serangkaian pengobatan, kanker yang ada di tubuhku sudah bersih. Puji Tuhan Begitu bahagianya saya sekeluarga mendengar kabar ini dari dokter yang menanganiku. Setelah beberapa bulan saya dinyatakan sebagai survivor dan pelan-pelan bisa beraktivitas normal seperti orang pada umumnya. Saya sempat berpikir “Apakah saya bisa seperti orang pada umumnya? Apakah ada perusahaan yang mau menerima keadaan saya?”


Pelan-pelan saya mulai mencoba untuk beradaptasi, berdoa , dan mengirimkan lamaran pekerjaan ke berbagai rumah sakit di Karawang, Bekasi, Purwakarta. Puji Tuhan, Agustus 2017 saya diterima kerja di salah 1 Rumah Sakit swasta di kota Sukabumi dan sudah bisa kembali aktivitas normal. Tidak dipungkiri masih ada kekurangan,akibat efek-efek pengobatan terdahulu, namun saya tidak malu. Saya bersyukur karena diberikan nafas kehidupan ke 2, bisa kembali akitivitas normal, dan bisa sharing dengan teman seperjuangan.

Saya ucapkan terima kasih untuk Bapa, Ibu, Adik, dan teman-teman yang selalu medukung dan mendoakan.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Gusti Allah, diberikan kesehatan dan berkat oleh Gusti Allah


HATI YANG GEMBIRA OBAT YANG MANJUR, TETAPI SEMANGAT YANG PATAH MENGERINGKAN TULANG

 

BERSAHABATLAH DENGAN PENYAKIT MU

SUPAYA DIA MENJAUH DENGAN SENDIRI NYA

JANGAN PERNAH KAU LAWAN PENYAKIT MU DAN JANGAN JADIKAN PENYAKIT MU MUSUH

KARENA MUSUH TIDAK AKAN MAU MENJAUH DAN AKAN TERUS MERUSAK KITA SAMPAI PUAS

*YOU CAN AND YOU WILL*

Salam *SEHAT*

Febrianto Adi Pratama

 

Halo sahabat semua gimana kabarnya? Saya harap kabarnya baik ya


Perkenalkan nama saya Febrianto Adi Pratama usia 28 tahun dari karawang

Saya ingin sedikit kesaksian pengalamanku dengan kanker saat tahun 2016

Saat usia 22 tahun, sedang semangatnya bekerja, setelah lulus kuliah, menata masa depan, merencanakan dari A-Z. Ternyata Tuhan memberikan rencana yang indah buatku. Tahun 2016 saya didiagnosa kanker nasofaring , perasaan campur aduk , putus harapan, dan terbayang akan kematian. Orang tau dan adik pun hancur putus harapan karena saya adalah anak pertama dan harapan untuk membantu perekonomian di dalam keluarga. Saya sempat marah sama Tuhan, merasa ini tidak adil, “Mengapa Tuhan memberikan sakit seperti ini ke saya?” Setelah saya merenung dan mendengarkan nasehat orang terkasih. Sepertinya Tuhan ingin berkomunikasi lebih dekat dengan saya. Pelan-pelan saya dan keluarga mulai menerima sakit ini  dan mencoba menjalani dengan ikhlas.


Saya di rujuk ke salah 1 Rumah Sakit di Jakarta. Di sana saya mengikuti segala proses pengobatan seperti kemoterapi, sinar radiasi luar, dan sinar radiasi dalam. Kemoterapi saya jalani 4x, sinar radiasi luar 35 x, sinar dalam 4x. Aku mengikuti proses pengobatan kurang lebih 1 tahun pulang pergi Karawang-Jakarta , karena beberapa pertimbangan saya putuskan untuk keluar dari pekerjaan. Saya sempat binggung apakah kanker saya masuk stadium 3C atau 4C, namun saya memutuskan untuk tidak memikirkan stadium dan fokus untuk pengobatan.

Setelah kurang lebih 1 tahun menjalankan serangkaian pengobatan, kanker yang ada di tubuhku sudah bersih. Puji Tuhan Begitu bahagianya saya sekeluarga mendengar kabar ini dari dokter yang menanganiku. Setelah beberapa bulan saya dinyatakan sebagai survivor dan pelan-pelan bisa beraktivitas normal seperti orang pada umumnya. Saya sempat berpikir “Apakah saya bisa seperti orang pada umumnya? Apakah ada perusahaan yang mau menerima keadaan saya?”


Pelan-pelan saya mulai mencoba untuk beradaptasi, berdoa , dan mengirimkan lamaran pekerjaan ke berbagai rumah sakit di Karawang, Bekasi, Purwakarta. Puji Tuhan, Agustus 2017 saya diterima kerja di salah 1 Rumah Sakit swasta di kota Sukabumi dan sudah bisa kembali aktivitas normal. Tidak dipungkiri masih ada kekurangan,akibat efek-efek pengobatan terdahulu, namun saya tidak malu. Saya bersyukur karena diberikan nafas kehidupan ke 2, bisa kembali akitivitas normal, dan bisa sharing dengan teman seperjuangan.

Saya ucapkan terima kasih untuk Bapa, Ibu, Adik, dan teman-teman yang selalu medukung dan mendoakan.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Gusti Allah, diberikan kesehatan dan berkat oleh Gusti Allah


HATI YANG GEMBIRA OBAT YANG MANJUR, TETAPI SEMANGAT YANG PATAH MENGERINGKAN TULANG