Perbedaan Skrining dan Deteksi Dini Kanker

Kanker adalah salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia, namun kemungkinan kesembuhan dapat meningkat secara signifikan jika kanker terdeteksi pada tahap awal. Dalam upaya untuk mengidentifikasi kanker lebih awal, dua konsep yang sering dibahas berupa skrining dan deteksi dini kanker. 

Meskipun keduanya sering digunakan bergantian, skrining dan deteksi dini sebenarnya memiliki perbedaan yang signifikan. Diagnosis dini kanker berfokus pada pendeteksian pasien bergejala sedini mungkin, sementara skrining terdiri dari pengujian terhadap individu yang sehat untuk mengidentifikasi mereka yang mengidap kanker sebelum gejala muncul.

Simak perbedaannya antara skrining dan deteksi dini kanker lebih lanjut yuk.

Deteksi Dini Kanker

Program ini bertujuan untuk mengurangi jumlah pasien yang terdiagnosis kanker pada stadium lanjut. Program ini memiliki 2 komponen utama:

  1. Peningkatan kesadaran akan tanda-tanda awal kanker, di kalangan dokter, perawat, dan penyedia layanan kesehatan lainnya serta di kalangan masyarakat umum; dan
  2. Peningkatan aksesibilitas dan keterjangkauan layanan diagnosis dan pengobatan, serta peningkatan rujukan dari tingkat pertama ke tingkat sekunder dan tersier.

Deteksi dini sangat relevan untuk kanker payudara, leher rahim (serviks), mulut, tenggorok, usus besar, serta kulit.

Skrining Kanker

Skrining mengacu pada penggunaan tes sederhana pada populasi sehat untuk mengidentifikasi individu yang memiliki penyakit, tetapi belum memiliki gejala. Contohnya adalah skrining kanker payudara dengan menggunakan mamografi atau pemeriksaan payudara secara klinis, dan skrining kanker serviks dengan menggunakan Pap smear, tes human papillomavirus, atau inspeksi visual dengan asam asetat.

Program skrining harus dilakukan hanya jika efektivitasnya sudah terbukti, jika sumber daya (personil, peralatan, dll) cukup memadai untuk menjangkau hampir semua kelompok sasaran, jika tersedia fasilitas untuk mengonfirmasi diagnosis dan untuk pengobatan serta tindak lanjut bagi mereka yang memiliki hasil yang tidak normal.

 

Referensi:

1. Crosby D, Bhatia S, Brindle KM, Coussens LM, Dive C, Emberton M, et al. Early detection of cancer. Science 2022;375:6586.
2. Cancer – Screening and early detection. WHO [Internet]. 2010 May 16 [cited 2024 Apr 2]. Available from: https://www.