Pengobatan Kanker Serviks: Metode Terbaru dan Harapan untuk Kesembuhan

Penyakit kanker memang jadi momok, kanker serviks yang sering menghantui kaum perempuan. Menurut data WHO, kanker serviks masuk dalam peringkat 4 sebagai penyakit yang sangat rentan menyerang hampir seluruh wanita di dunia. Secara global, kanker serviks adalah jenis kanker keempat yang paling sering terjadi pada perempuan dengan perkiraan 604.000 kasus baru pada tahun 2020. Dari perkiraan 342.000 kematian akibat kanker serviks pada tahun 2020.

Mengenal Kanker Serviks 

Kanker serviks adalah penyakit yang menyerang area kewanitaan. Serviks merupakan bagian di bawah rahim yang terhubung dengan vagina dengan panjang kurang lebih 2 inci. Serviks menjadi jalan ketika bayi lahir dan memiliki peranan penting untuk melindungi rahim dari berbagai bakteri serta benda asing. 

Tidak hanya itu saja, serviks juga berfungsi memproduksi lendir yang membantu masuknya sperma ke rahim saat berhubungan seksual. Sayangnya, bagian serviks ini juga sangat rentan sekali akan berbagai penyakit, seperti polip, peradangan kronik, displasia (keberadaan sel-sel abnormal dalam jaringan atau organ) dan yang pasti juga kanker. 

Sayangnya pada gejala awal dari kanker serviks sering kali tidak terlihat. Sehingga banyak sekali penderitanya yang terlambat mendapatkan penanganan. Maka daripada itu, penting untuk kita benar-benar memastikan kondisi dari serviks sendiri. 

Gejala dari Kanker Serviks yang Harus Dikenali 

Meski sudah disebutkan kalau gejala awal dari kanker serviks sering tidak terlihat. Tapi, anda tetap harus waspada akan gejalanya. Berikut ini adalah gejala dari kanker serviks yang harus anda kenali: 

  1. Mengeluarkan darah setelah berhubungan seksual 
  2. Mengeluarkan darah di luar waktu menstruasi dan menopause. 
  3. Nyeri saat berhubungan intim
  4. Terasa nyeri pada bagian panggul atau perut bagian bawah. 
  5. Mengalami keputihan yang tidak normal. 

Pengobatan Kanker Serviks dengan Berbagai Metode 

Bagi pasien penderita kanker serviks pun biasanya akan dilakukan beberapa metode pengobatan tergantung dari stadium yang dialami. Namun, secara garis besar ada beberapa metode yang biasa dijalankan, yaitu sebagai berikut ini: 

Metode Operasi 

Cara pertama adalah dengan cara metode operasi. Dalam metode operasi ini juga dibagi menjadi beberapa lagi. Dimana nantinya dokter menggunakan tindakan ini tergantung dari kondisi pasien dari kanker serviks. Mulai dari operasi kecil yang hanya menghilangkan sel kanker pada serviks. Hingga pengangkatan seluruh bagian dari rahim atau bahkan vagina, rektum dan kandung kemih jika memang sudah berulang serta menyebar. 

Metode Terapi Radiasi 

Metode yang satu ini merupakan cara yang akan disarankan dokter jika kanker serviks sudah mencapai stadium tertentu. Terapi radiasi ini adalah metode yang menggunakan sinar X dengan energi tinggi untuk menghilangkan sel kanker yang menyerang tubuh. Kebanyakan terapi ini akan digabungkan dengan metode kemoterapi. 

Metode Kemoterapi 

Pengobatan kanker serviks yang sudah umum dilakukan adalah kemoterapi. Sama dengan terapi radiasi, kemoterapi ini bertujuan agar sel kanker hilang dan tidak menyebar. Hanya saja, kemoterapi ini menggunakan obat-obatan baik secara infus dan oral. Kemoterapi memungkinkan zat-zat kanker dalam tubuh akan hilang. 

Karena dengan menggunakan metode kemoterapi, obat-obatan pembunuh sel kanker akan langsung masuk ke dalam tubuh dan menyebar lebih cepat. Kemoterapi sendiri biasanya akan dilakukan sesuai siklus yang ditentukan dan juga disertai waktu pemulihan. Seperti yang dijelaskan tadi bahwa kemoterapi kerap dipadukan dengan terapi radiasi di mana dosis obat-obatan nantinya akan dikurangi. 

Imunoterapi Metode Baru Pengobatan Kanker Serviks

Dengan berkembangnya zaman dan pengetahuan juga semakin maju, pengobatan kanker serviks dapat menggunakan metode baru, yaitu imunoterapi. Metode imunoterapi adalah pengobatan yang memaksimalkan imun dalam tubuh agar sel-sel kanker bisa diperlambat atau bahkan hilang. 

Metode ini telah diterima oleh FDA (Food and Drugs Administration) sebagai salah satu pengobatan dalam kanker serviks menurut sumber MD Anderson Cancer Center. Tidak hanya itu saja, kinerja dari imunoterapi ini akan semakin baik jika disertai dengan metode yang sebelumnya sudah dibahas. 

Menggunakan metode ini pun juga memiliki risiko yang harus dipertimbangkan. Ada kalanya imun atau kekebalan tubuh yang diperkuat ini tidak mengenali sel kanker. Hal ini disebabkan karena sel kanker mengandung protein tertentu sehingga imun tubuh menganggap bahwa sel kanker tidak berbahaya. 

Harapan Untuk Kesembuhan Penderita Kanker Serviks 

Memang hingga sekarang obat khusus kanker masih belum ditemukan sehingga banyak yang kehilangan harapan saat di mendapatkan diagnosa kanker (note: didiagnosis?). Apalagi jika memang sudah sampai pada stadium yang tinggi. 

Namun, tidak usah khawatir karena pasien kanker serviks yang terdiagnosis 5 tahun dan masih dalam gejala awal memiliki tingkat survivability (note: hindari kata kesembuhan dalam kanker) hingga 91% seperti yang dilansir dari National Cancer Institute. Berbeda dari tingkatan stadium dari 2 hingga 4 yang mempunyai angka survival rate yang lebih sedikit.(note: hindari kata sembuh dalam kanker)

Dari penjelasan singkat di atas akan kanker serviks, maka sudah terlihat bahwa anda harus mulai waspada. Agar terhindar dari kanker serviks, sangat disarankan agar melakukan check up dan menjalankan tes deteksi kanker serviks sejak dini. Dimana anda bisa test di Oneonco yang akan membantu anda untuk mendeteksi dini tanda atau gejala dari kanker serviks. 

Referensi: 

Cervical cancer – Symptoms and causes – Mayo Clinic

Can Cervical Cancer Be Prevented | Ways to Prevent Cervical Cancer

What cancers can be treated with immunotherapy? | MD Anderson Cancer Center

Cervical cancer (who.int)