testt-img

Penggunaan Handphone dan Kanker Otak

22-Jun-2022

Handphone adalah salah satu perangkat elektronik yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Penggunanya dapat menjalankan beragam aktivitas, baik sebagai alat navigasi, komunikasi, ataupun sebagai sarana hiburan di dunia digital. Handphone selalu lekat di dalam keseharian kita, baik dalam berinteraksi dengan orang lain maupun di waktu sendirian. Dalam satu hari kita dapat menghabiskan waktu menggunakan handphone selama kurang lebih 10 jam atau lebih!

Salah satu pertanyaan yang beredar di publik adalah penggunaan handphone yang dapat menyebabkan kanker otak. Hal ini memiliki keterkaitan dengan fakta bahwa handphone memiliki gelombang radiofrekuensi pada antena. Pada umumnya, handphone seringkali diletakkan di dekat kepala (telinga) saat pengguna sedang menelepon. Semakin dekat antena dengan kepala pengguna, semakin besar paparan gelombang radiofrekuensi. Jaringan tubuh yang paling dekat dengan handphone akan menyerap lebih banyak energi dari gelombang radiofrekuensi dibandingkan jaringan yang lebih jauh. 

Paparan radiofrekuensi kemudian menjadi pertanyaan, apakah hal tersebut dapat memicu sel kanker pada otak? Terdapat banyak penelitian yang mengkaji hubungan penggunaan handphone dan kanker otak. Namun, hingga saat ini masih belum dapat dipastikan pasti penggunaan handphone dapat menyebabkan kanker otak.  Hal tersebut dikarenakan penelitian tersebut memiliki beberapa keterbatasan yang membuat peneliti belum dapat mengakhiri kontroversi tentang hubungan penggunaan handphone dengan kanker otak. 

Keterbatasan yang dialami oleh para peneliti antara lain adalah panjangnya durasi yang diperlukan dalam mengikuti subjek penelitian (pengguna handphone). Setelah paparan penyebab kanker diketahui, seringkali dibutuhkan waktu puluhan tahun bagi tumor untuk berkembang. Kemudian, perbedaan tipe atau merek handphone yang berbeda-beda dalam kurun waktu juga menjadi kendala tersendiri karena jenis atau merek handphone memiliki jumlah energi gelombang radiofrekuensi yang berbeda, selain itu masih terdapat banyak faktor lainnya.  Walaupun saat ini hubungan antara penggunaan handphone dan kanker otak belum dapat dibuktikan secara pasti, namun para pengguna perlu mengurangi paparan gelombang radiofrekuensi sebaik mungkin.


Referensi

[1] Cellular (Cell) Phones [Internet]. Amp.cancer.org. 2022 [cited 18 January 2022]. Available from: https://amp.cancer.org/cancer/cancer-causes/radiation-exposure/cellular-phones.html

[1] Cellular (Cell) Phones [Internet]. Lihat juga “Is there a connection between cell phones and cancer? [Internet]. Mayo Clinic. 2022 [cited 18 January 2022]. Available from: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/cell-phones-and-cancer/faq-20057798

[1] Cellular (Cell) Phones [Internet].

Handphone adalah salah satu perangkat elektronik yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Penggunanya dapat menjalankan beragam aktivitas, baik sebagai alat navigasi, komunikasi, ataupun sebagai sarana hiburan di dunia digital. Handphone selalu lekat di dalam keseharian kita, baik dalam berinteraksi dengan orang lain maupun di waktu sendirian. Dalam satu hari kita dapat menghabiskan waktu menggunakan handphone selama kurang lebih 10 jam atau lebih!

Salah satu pertanyaan yang beredar di publik adalah penggunaan handphone yang dapat menyebabkan kanker otak. Hal ini memiliki keterkaitan dengan fakta bahwa handphone memiliki gelombang radiofrekuensi pada antena. Pada umumnya, handphone seringkali diletakkan di dekat kepala (telinga) saat pengguna sedang menelepon. Semakin dekat antena dengan kepala pengguna, semakin besar paparan gelombang radiofrekuensi. Jaringan tubuh yang paling dekat dengan handphone akan menyerap lebih banyak energi dari gelombang radiofrekuensi dibandingkan jaringan yang lebih jauh. 

Paparan radiofrekuensi kemudian menjadi pertanyaan, apakah hal tersebut dapat memicu sel kanker pada otak? Terdapat banyak penelitian yang mengkaji hubungan penggunaan handphone dan kanker otak. Namun, hingga saat ini masih belum dapat dipastikan pasti penggunaan handphone dapat menyebabkan kanker otak.  Hal tersebut dikarenakan penelitian tersebut memiliki beberapa keterbatasan yang membuat peneliti belum dapat mengakhiri kontroversi tentang hubungan penggunaan handphone dengan kanker otak. 

Keterbatasan yang dialami oleh para peneliti antara lain adalah panjangnya durasi yang diperlukan dalam mengikuti subjek penelitian (pengguna handphone). Setelah paparan penyebab kanker diketahui, seringkali dibutuhkan waktu puluhan tahun bagi tumor untuk berkembang. Kemudian, perbedaan tipe atau merek handphone yang berbeda-beda dalam kurun waktu juga menjadi kendala tersendiri karena jenis atau merek handphone memiliki jumlah energi gelombang radiofrekuensi yang berbeda, selain itu masih terdapat banyak faktor lainnya.  Walaupun saat ini hubungan antara penggunaan handphone dan kanker otak belum dapat dibuktikan secara pasti, namun para pengguna perlu mengurangi paparan gelombang radiofrekuensi sebaik mungkin.


Referensi

[1] Cellular (Cell) Phones [Internet]. Amp.cancer.org. 2022 [cited 18 January 2022]. Available from: https://amp.cancer.org/cancer/cancer-causes/radiation-exposure/cellular-phones.html

[1] Cellular (Cell) Phones [Internet]. Lihat juga “Is there a connection between cell phones and cancer? [Internet]. Mayo Clinic. 2022 [cited 18 January 2022]. Available from: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/cell-phones-and-cancer/faq-20057798

[1] Cellular (Cell) Phones [Internet].

Halaman

Show all

arrow

BERITA TERKINI

Lihat semuaarrow
Webinar POGI SUMUT

Webinar POGI SUMUT

6th Medan Obygn Update (MOU) Eliminating Cervical Cancer Together

14-Jun-2022

Baca selengkapnya arrow
Rumah Singgah YKPI

Rumah Singgah YKPI

YKPI mengelola Rumah Singgah YKPI bagi pasien rawat jalan peserta BPJS Kelas III

07-Jun-2022

Baca selengkapnya arrow
Webinar Peran SP.OG Dalam Skrining Kanker Serviks Sesuai Update Guideline HOGI

Webinar Peran SP.OG Dalam Skrining Kanker Serviks Sesuai Update Guideline HOGI

Registrasi Webinar

12-May-2022

Baca selengkapnya arrow