testt-img

Kenali Malignant Wound

14-Jun-2022

Luka yang berhubungan dengan keganasan disebut malignant wound. Proses maupun hasil penyembuhan malignant wound tidak terduga walaupun terapi standar telah diberikan dan sumber keganasan telah ditangani karena dipengaruhi oleh faktor sistemik dan lokal.

Malignant wound dibagi luka yang dapat disembuhkan (healable), dapat di kontrol (maintenance), dan tidak dapat disembuhkan (nonhealable). Pada malignant wound yang nonhealable, perawat paliatif tetap diberikan untuk mengatasi gejala yang muncul walaupun sumber keganasan tidak dapat ditangani. 


Curiga Malignant Wound

Sumber sel keganasan yang terdapat pada malignant wound dapat berasal dari jaringan kulit sekitar yang mengalami keganasan maupun dari jaringan/ organ tubuh yang berbeda dan tidak terletak berdekatan (metastasis). Luka perlu dicurigai sebagai malignant wound bila

·       Luka dihasilkan oleh jaringan keganasan setempat yang telah ada

·     Luka yang timbul pada penderita dengan riwayat keganasan karena dicurigai terjadi metastasis. Lokasi tersering malignant wound ini adalah area dada, payudara, kepala, leher dan perut

·        Luka yang tidak kunjung sembuh dalam waktu yang lama karena terjadi peradangan kronik dan memicu pembentukan sel keganasan.

·        Luka kronik pada pasien yang mengkonsumsi obat penekan imun jangka panjang atau memiliki penyakit Human Immunodeficiency Virus

·    Luka yang muncul selama terapi keganasan, namun biasanya berhubungan dengan terapi yang terlambat atau telah terjadi pembentukan keganasan lebih lanjut

 

Bentuk Malignant Wound

Malignant wound biasanya tampak berupa peninggian kulit (   atau luka bergaung (ulkus). Fungating berkembang lebih cepat dan umumnya berbentuk seperti kol/ jamur. Ulkus justru berbentuk luka dalam dengan tepi yang meninggi.

 

Penanganan Malignant Wound

Selain mengatasi sumber keganasan, terapi lokal pada luka diberikan secara paliatif untuk memaksimalkan kondisi terbaik penderita dengan skema HOPES.

H : Hemorrhage/ perdarahan

O : Odor/ bau

P : Pain/ nyeri

E : Exudate/ nanah

S : Superficial infection/ infeksi pada permukaan luka


Hemorrhage

Malignant wound sangat mudah berdarah sehingga penggunaan terapi anti perdarahan diberikan langsung pada luka. Pada kasus perdarahan yang berat, terkadang perlu diberikan tindakan penjahitan pada luka. 

Odor

Bau yang timbul pada luka juga dapat diatasi dengan penggunaan obat Metronidazole/ dressing mengandung arang serta luka harus tertutup sepenuhnya dalam keadaan kering. Pemberian zat penyerap bau seperti kitty litter atau baking soda juga dapat dipertimbangkan. 

Pain

Nyeri dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita malignant wound. Nyeri juga sering kali dirasakan pada saat penggantian dressing akibat perekat pada dressing menempel pada kulit malignant wound yang rapuh dan dapat menimbulkan luka baru yang semakin menimbulkan rasa nyeri pada pasien. Sehingga pilihlah dressing yang dapat merekat baik namun mudah saat dilepaskan seperti Silicone. Proses penggantian dressing harus dilakukan secara hati – hati.

Exudate

Nanah pada malignant wound berhubungan dengan inflamasi akibat infeksi. Kelembaban berlebih pada luka dapat memicu pertumbuhan bakteri terutama bila penderita memiliki masalah imun. Pada malignant wound nonhealable,  pelembab tidak boleh diberikan dalam bentuk apapun. Dressing yang dapat menyerap eksudat diberikan untuk mengatasi nanah yang berlebih.

Superficial infection

Luka kronik umumnya mengalami infeksi mengandung bakteri yang telah menempel, berkembang biak dan berkoloni pada luka. infeksi pada penderita malignant wound dengan masalah imun akan berisiko lebih tinggi mengalami dampak pada lukanya mulai dari infeksi pada permukaan luka hingga menyebar ke jaringan lebih dalam. Infeksi diatasi dengan pemberian antimikroba dan disarankan menggunakan Ion Silver. Antimikroba lain seperti Gentamisin, Metronidazole, Mupirocin dan Polymyxin B Sulphate juga dapat menjadi pilihan. 

Penanganan malignant wound membutuhkan kerjasama yang baik antara penderita dan tenaga kesehatan karena penanganannya sangat menantang. Selain sumber keganasan dan penanganan malignant wound sesuai skema HOPES, hal lain yang perlu diperhatikan adalah masalah psikologis, tingkat kemandirian penderita dan memaksimalkan kualitas hidup dalam kehidupan sehari - hari.

 

Luka yang berhubungan dengan keganasan disebut malignant wound. Proses maupun hasil penyembuhan malignant wound tidak terduga walaupun terapi standar telah diberikan dan sumber keganasan telah ditangani karena dipengaruhi oleh faktor sistemik dan lokal.

Malignant wound dibagi luka yang dapat disembuhkan (healable), dapat di kontrol (maintenance), dan tidak dapat disembuhkan (nonhealable). Pada malignant wound yang nonhealable, perawat paliatif tetap diberikan untuk mengatasi gejala yang muncul walaupun sumber keganasan tidak dapat ditangani. 


Curiga Malignant Wound

Sumber sel keganasan yang terdapat pada malignant wound dapat berasal dari jaringan kulit sekitar yang mengalami keganasan maupun dari jaringan/ organ tubuh yang berbeda dan tidak terletak berdekatan (metastasis). Luka perlu dicurigai sebagai malignant wound bila

·       Luka dihasilkan oleh jaringan keganasan setempat yang telah ada

·     Luka yang timbul pada penderita dengan riwayat keganasan karena dicurigai terjadi metastasis. Lokasi tersering malignant wound ini adalah area dada, payudara, kepala, leher dan perut

·        Luka yang tidak kunjung sembuh dalam waktu yang lama karena terjadi peradangan kronik dan memicu pembentukan sel keganasan.

·        Luka kronik pada pasien yang mengkonsumsi obat penekan imun jangka panjang atau memiliki penyakit Human Immunodeficiency Virus

·    Luka yang muncul selama terapi keganasan, namun biasanya berhubungan dengan terapi yang terlambat atau telah terjadi pembentukan keganasan lebih lanjut

 

Bentuk Malignant Wound

Malignant wound biasanya tampak berupa peninggian kulit (   atau luka bergaung (ulkus). Fungating berkembang lebih cepat dan umumnya berbentuk seperti kol/ jamur. Ulkus justru berbentuk luka dalam dengan tepi yang meninggi.

 

Penanganan Malignant Wound

Selain mengatasi sumber keganasan, terapi lokal pada luka diberikan secara paliatif untuk memaksimalkan kondisi terbaik penderita dengan skema HOPES.

H : Hemorrhage/ perdarahan

O : Odor/ bau

P : Pain/ nyeri

E : Exudate/ nanah

S : Superficial infection/ infeksi pada permukaan luka


Hemorrhage

Malignant wound sangat mudah berdarah sehingga penggunaan terapi anti perdarahan diberikan langsung pada luka. Pada kasus perdarahan yang berat, terkadang perlu diberikan tindakan penjahitan pada luka. 

Odor

Bau yang timbul pada luka juga dapat diatasi dengan penggunaan obat Metronidazole/ dressing mengandung arang serta luka harus tertutup sepenuhnya dalam keadaan kering. Pemberian zat penyerap bau seperti kitty litter atau baking soda juga dapat dipertimbangkan. 

Pain

Nyeri dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita malignant wound. Nyeri juga sering kali dirasakan pada saat penggantian dressing akibat perekat pada dressing menempel pada kulit malignant wound yang rapuh dan dapat menimbulkan luka baru yang semakin menimbulkan rasa nyeri pada pasien. Sehingga pilihlah dressing yang dapat merekat baik namun mudah saat dilepaskan seperti Silicone. Proses penggantian dressing harus dilakukan secara hati – hati.

Exudate

Nanah pada malignant wound berhubungan dengan inflamasi akibat infeksi. Kelembaban berlebih pada luka dapat memicu pertumbuhan bakteri terutama bila penderita memiliki masalah imun. Pada malignant wound nonhealable,  pelembab tidak boleh diberikan dalam bentuk apapun. Dressing yang dapat menyerap eksudat diberikan untuk mengatasi nanah yang berlebih.

Superficial infection

Luka kronik umumnya mengalami infeksi mengandung bakteri yang telah menempel, berkembang biak dan berkoloni pada luka. infeksi pada penderita malignant wound dengan masalah imun akan berisiko lebih tinggi mengalami dampak pada lukanya mulai dari infeksi pada permukaan luka hingga menyebar ke jaringan lebih dalam. Infeksi diatasi dengan pemberian antimikroba dan disarankan menggunakan Ion Silver. Antimikroba lain seperti Gentamisin, Metronidazole, Mupirocin dan Polymyxin B Sulphate juga dapat menjadi pilihan. 

Penanganan malignant wound membutuhkan kerjasama yang baik antara penderita dan tenaga kesehatan karena penanganannya sangat menantang. Selain sumber keganasan dan penanganan malignant wound sesuai skema HOPES, hal lain yang perlu diperhatikan adalah masalah psikologis, tingkat kemandirian penderita dan memaksimalkan kualitas hidup dalam kehidupan sehari - hari.

 

Halaman

Show all

arrow

BERITA TERKINI

Lihat semuaarrow
Webinar POGI SUMUT

Webinar POGI SUMUT

6th Medan Obygn Update (MOU) Eliminating Cervical Cancer Together

14-Jun-2022

Baca selengkapnya arrow
Rumah Singgah YKPI

Rumah Singgah YKPI

YKPI mengelola Rumah Singgah YKPI bagi pasien rawat jalan peserta BPJS Kelas III

07-Jun-2022

Baca selengkapnya arrow
Webinar Peran SP.OG Dalam Skrining Kanker Serviks Sesuai Update Guideline HOGI

Webinar Peran SP.OG Dalam Skrining Kanker Serviks Sesuai Update Guideline HOGI

Registrasi Webinar

12-May-2022

Baca selengkapnya arrow